Menu
Your Cart

City Of Ours

City Of Ours
100% ORIGINAL
City Of Ours
Rp99,000
Rp74,250
Hemat Rp24,750 (25%)
Pengiriman Ke DKI JAKARTA
Ongkos Kirim Rp 0
Khusus member Grobprime (GRATIS TRIAL)
JOIN

Deskripsi

Anak dari laki-laki dengan kaos hitam bergambar chewbacca Star Wars itu duduk terdiam dengan tangan kanannya yang menggenggam erat Nintendo E3 miliknya sambil sesekali menatap pria paruh baya yang sejak sepuluh menit yang lalu sibuk berkutat dengan ponsel yang melekat di tangan kanannya. Merasa diabaikan, ia lantas menoleh ke arah bayi perempuan yang tengah tertidur pulas dalam dekapan wanita yang duduk di sampingnya. Tanpa disadari ia terus mengayunkan kedua kakinya sambil menghela napas berat.


"Kenapa? Khiel bosen?" tanya wanita dengan shift dress berwarna putih tulang yang dilapisi dengan cardigan rajut berwarna cokelat gelap yang tak lain adalah bundanya sendiri. Raut wajahnya terlihat lelah setelah hampir seharian menggendong Gia-adik perempuannya. Khiel mengangguk, lebih tepatnya ia merasa mengantuk karena pesawat yang ditumpangi ayahnya mengalami delay satu jam lamanya karena cuaca buruk. Membuat waktu berharganya di kasur hilang sia-sia.


Berniat berangkat ke London karena urusan pekerjaan justru membuat Namira dipertemukan kembali dengan teman masa kecilnya dulu, Rakhiel, seorang penulis lagu terkenal sekaligus co-founder perusahaan rekaman ternama.

Sebelumnya, kisah cinta Namira bersama Airo kandas karena terhalang restu orangtua. Namira pun menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Ia tak menyadari bahwa ada hati lain yang coba menyelusup ke hatinya. Rasa yang tanpa sengaja terabaikan.


Rakhiel datang menawarkan dirinya untuk menjadi tour guide di London hanya untuk sekedar melihat segaris senyum terpancar dari wajah cantik Namira. Bertemu dengan Rakhiel membawa Namira masuk ke lembaran cerita manis baru. Namun, seperti layaknya kisah cinta di belahan bumi mana pun, tak akan selamanya cerah seperti langit London di musim semi.


Masa lalu yang kembali, cerita lama yang kembali bersemi. Keduanya sampai di persimpangan yang harus mereka tentukan sendiri arahnya.

Ulasan

Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas