Menu
Your Cart

Widji Thukul: Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa

Widji Thukul: Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa
Widji Thukul: Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa
100% ORIGINAL
Widji Thukul: Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa
Widji Thukul: Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa
Widji Thukul: Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa
Rp69,500
Rp52,125
Hemat Rp17,375 (25%)
Pengiriman Ke DKI JAKARTA
Ongkos Kirim Rp 0
Khusus member Grobprime (GRATIS TRIAL)
JOIN

Deskripsi

Pada 26 Agustus 1963 lahir seorang anak laki-laki sederhana yang tumbuh bersama dengan jiwa seninya hingga besar dan menjadi salah satu orang yang mampu menggetarkan penguasa Orde Baru. Dia adalah Widji Widodo atau lebih popular dengan nama Widji Thukul, sang penyair sekaligus aktivis yang mampu menggerakkan hati para pendemonstran hanya dengan bait-bait puisinya. Empat bait terakhir dari salah satu prinsipnya “Hanya ada satu kata: Lawan!”mempunyai nilai sugesti bagi para pendengarnya.
Setelah dituduh terlibat dalam kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli), Widji Thukul pamit bersembunyi kepada istrinya (Sipon) karena menurutnya semua sudah ngawur. Dia memang berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya menghilang dan tidak diketahui keberadaannya hingga kini. Sejumlah orang menduga dia menjadi korban penculikan. Sipon dan sejumlah sahabat Widji Thukul masih yakin bahwa pencipta puisi “Peringatan” itu masih hidup. “Dia hilang tetapi ada, ada tetapi hilang, tetapi aka nada dalam jiwa”.

Ulasan

Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas