Menu
Your Cart

Pajang : Pergolakan Spiritual, Politik, & Budaya

Pajang : Pergolakan Spiritual, Politik, & Budaya
Pajang : Pergolakan Spiritual, Politik, & Budaya
100% ORIGINAL
Pajang : Pergolakan Spiritual, Politik, & Budaya
Pajang : Pergolakan Spiritual, Politik, & Budaya
Pajang : Pergolakan Spiritual, Politik, & Budaya
Rp50,000
Rp37,500
Hemat Rp12,500 (25%)
Pengiriman Ke DKI JAKARTA
Ongkos Kirim Rp 0
Khusus member Grobprime (GRATIS TRIAL)
JOIN

Deskripsi

"Ki Ageng Pengging punya dua putra: Ki Kebo Kenanga dan Ki Kebo Kanigara. Ki Kebo Kenanga- sebagai penerus ayahnya menjadi adipati di Pengging- telah memeluk agama Islam ajaran Syekh Siti Jenar (Syekh Lemah Abang). Ajaran Islam ini tidak disukai oleh kelompok Wali Sanga yang mendukung kepemimpinan Demak. Aliran itu dianggap sebagai aliran sesat, yang dikenal dengan aliran jumbuhing kawula gusti."

"Dalam ajaran mistik Jawa, kata-kata jumbuhing kawula gusti (menyatunya hamba dan tuan) melukiskan tujuan tertinggi dalam hidup manusia, yaitu tercapainya kesatuan yang sesungguhnya (manunggal) dengan Tuhan. Uraian yang lebih rumit lagi karena kata kawula dan gusti menunjukkan status manusia yang paling rendah dan paling tinggi di dalam masyarakat."

"Dalam pemikiran orang Jawa, kesatuan kawula-gusti dilambangkan sebagai keris. Kedua bagian keris: sarungnya (warangka) dan matanya (curiga) diberi penafsiran yang sangat bersifat mistik. Sarung disamakan dengan manusia dan matanya disamakan dengan Tuhan. Jadi melukiskan hubungan yang mutlak ada, yang satu tidak sempurna tanpa kehadiran yang lain."

"Penyerangan dari Demak di daerah pesisir ke Pengging di daerah pedalaman ini merupakan kelanjutan proses pergerakan Islamisasi dari para wali di daerah pesisir utara Jawa. Perlu dipahami bahwa masyarakat pedalaman pada saat itu masih kental dengan kepercayaan agama Hindunya atau masih 'kafir."

Ulasan

Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas