Menu
Your Cart

Nutrisi Ruminansia: Kepentingan Energi dan Protein

Nutrisi Ruminansia: Kepentingan Energi dan Protein
Nutrisi Ruminansia: Kepentingan Energi dan Protein
100% ORIGINAL
Nutrisi Ruminansia: Kepentingan Energi dan Protein
Nutrisi Ruminansia: Kepentingan Energi dan Protein
Nutrisi Ruminansia: Kepentingan Energi dan Protein
Rp70,000
Rp48,300
Hemat Rp21,700 (31%)
Pengiriman Ke DKI JAKARTA
Ongkos Kirim Rp 0
Khusus member Grobprime (GRATIS TRIAL)
JOIN

Deskripsi

Pada industri peternakan, pakan mempunyai kontribusi sebesar 70% dari total biaya produksi sehingga mempelajari ketersediaan nutrien dan memperbaiki efisiensi konversi pakan merupakan hal sangat penting. Pada ruminansia yang baru lahir, energi dan protein pakan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi yang cukup tinggi pada dua minggu pertama kehidupannya. Kolostrum yang sangat bagus didapatkan pedet dari menyusu induknya pertama kali sejak lahir. Setelah empat hari, susu disebut susu transisi. Untuk minggu pertama kehidupannya, pedet mendapatkan hampir semua nutrisinya dari susu dan mulai umur empat hari, dapat diberi milkreplacer. Berbeda dari ruminansia dewasa, saat lahir, pada rumen praruminansia tidakterdapat mikroba anaerobic.

Apabila pakan yang diberikan lebih dari satu jenis, akan timbul efek asosiasi, dapat menjadi efek positif maupun efek negatif. Beberapa efek negatif yang terbentuk dapat diminimalkan dengan pengawasan pada pengolahan pakan. VFA adalah sumber energi utama untuk ternak ruminansia. VFA diproduksi pada saat pakan difermentasikan di dalam rumen dan juga diproduksi pada saat fermentasi residu pakan di dalam usus besar meskipun hal ini pada umumnya hanya sedikit dibandingkan dengan total VFA yang diproduksi di rumen. Metabolisme basal pada umumnya didefinisikan sebagai produksi panas pada ternakdalam lingkungan thermoneutral. Walaupun kondisi ini sangat sulit dicapai ternak, dapat untuk mengukur metabolisme pada saat puasa karena pada umumnya ternak dipelihara di dalam ruangan respirasi (tertutup) dengan aktivitas sangat terbatas.

Di dalam buku ini dibahas bentuk-bentuk energi yang dimanfaatkan ruminansia, energi intake, dan energi yang diekskresikan dalam feses maupun urine, misalnya energi yang tercerna (digestible energy/DE). Digestible energi (DE) merupa kan energi yang tecerna. Energi tercerna dapat dinyatakan dalam per unit berat (kcal/g) atau dalam persentase gross energy. Meskipun demikian, istilah total digestible energy juga digunakan. TDN (total digestible nutrien) sering digunakan untuk evaluasi bahan pakan, ekspresi kebutuhan nutrien. Sementara itu, penggunaan energi yang termetabolismekan (ME) dibandingkan DE dan TDN mempunyai keuntungan untuk ternak ruminansia.

Ulasan

Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas