Menu
Your Cart

Bahagia Is Me

Bahagia Is Me
Bahagia Is Me
Rp69,000
Rp48,300
Hemat Rp20,700 (30%)

Sinopsis

“Pokoknya Bapak nggak mau tahu, skripsimu harus selesai dan wisuda tahun ini.”

Gue menghela napas panjang, lalu gue melirik ke sebuah gunting yang terletak di atas meja AHY. Melihat gue melirik gunting itu, AHY langsung mengambilnya, terlihat ia sedikit ketakutan.

Gue menundukkan badan, membuka ransel yang gue letakkan di dekat kaki dan mengambil sesuatu di dalamnya.

“Pak pinjem gunting tadi, mau buka ini,” kata gue sambil menggoyang-goyang sebungkus kerupuk.

“Ohhhhh,” kata AHY, ia terlihat lega. “Ini ... ini, Bib,” katanya sedikit terbata-bata.

Lalu, kami pun makan kerupuk bersama.

Jika biasanya mama selalu masak dua sejoli yang tak terpisahkan yaitu tahu dan tempe, pas gue ada di rumah dua sejoli itu tetap ada. Namun ada plus-nya seperti ayam goreng, ayam bakar. Bahkan ayam yang masih hidup mama ikat kakinya dan direbahkan di sebelah kami yang lagi makan. Gue tanya, “Ini untuk apa, Ma?” 


Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas