Menu
Your Cart

Tinjauan Spasial Optimasi Produksi Pertanian pada Wilayah Perbatasan

Tinjauan Spasial Optimasi Produksi Pertanian pada Wilayah Perbatasan
Tinjauan Spasial Optimasi Produksi Pertanian pada Wilayah Perbatasan
100% ORIGINAL
Tinjauan Spasial Optimasi Produksi Pertanian pada Wilayah Perbatasan
Tinjauan Spasial Optimasi Produksi Pertanian pada Wilayah Perbatasan
Tinjauan Spasial Optimasi Produksi Pertanian pada Wilayah Perbatasan
Rp96,000
Rp66,240
Hemat Rp29,760 (31%)
Pengiriman Ke DKI JAKARTA
Ongkos Kirim Rp 0
Khusus member Grobprime (GRATIS TRIAL)
JOIN

Deskripsi

Wilayah perbatasan merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian, khususnya di Indonesia. Hal ini terkait dengan batas darat dan laut di Indonesia. Batas darat Indonesia berbatasan langsung dengan tiga negara, yaitu Malaysia, Papua Nugini, dan Timor Leste, sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan langsung dengan sepuluh negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Sebagian besar wilayah perbatasan di Indonesia masih merupakan daerah tertinggal dengan keterbatasan sarana dan prasarana sosial ekonomi.

Pembangunan wilayah perbatasan berkaitan erat dengan misi pembangunan nasional, yaitu terjaminnya keutuhan dan kedaulatan wilayah, pertahanan keamanan nasional, dan meningkatnya kesejahteraan rakyat. Saat ini, arah kebijakan pengembangan wilayah perbatasan berorientasi outward looking yang menjadikan wilayah perbatasan dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga. Pendekatan pembangunan wilayah perbatasan negara yang digunakan adalah pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) dan disertai dengan pendekatan keamanan (security approach).

Peningkatan kesejahteraan dan keamanan di wilayah perbatasan salah satunya dapat dilakukan dengan optimasi produksi pertanian. Permasalahan pangan dalam program Sustainable Development Goals (SDGs) secara eksplisit dituliskan pada tujuan yang kedua dari tujuh belas tujuan yang ditargetkan. Empat pilar pembangunan (pilar sosial, ekonomi, lingkungan, dan pembangunan inklusif) SDGs yang ditargetkan dan diratifikasi oleh sekitar 200 negara menunjang dan mendukung keterkaitan pemenuhan pangan. Buku ini sebagian merupakan hasil penelitian perguruan tinggi dengan tema terkait prioritas riset Universitas Gadjah Mada dan Fakultas Geografi. Salah satu prioritas riset UGM adalah ketahanan dan keamanan pangan, sedangkan tema prioritas riset Fakultas Geografi adalah Settlement an Resource Management dengan subtema pengelolaan sumber daya dengan sub-subtema ketahanan pangan.

Buku ini mencoba mengkaji permasalahan optimasi produksi pertanian, khususnya di wilayah perbatasan di Provinsi Kalimantan Utara. Secara umum buku ini menguraikan wilayah perbatasan di Indonesia dan ada beberapa contoh kasus ketahanan pangan di luar wilayah perbatasan. Hal tersebut dimaksudkan sebagai tambahan informasi permasalahan ketahanan pangan di beberapa wilayah di Indonesia yang ada di luar perbatasan. Konsep pertanian dan beberapa jenis pertanian yang berkembang di Indonesia serta faktor yang berpengaruh terhadap kegiatan pertanian juga dikaji. Selain itu, permasalahan dan tingkat keberlanjutan sektor pertanian secara umum juga dibahas. Secara khusus, akan dibahas permasalahan pangan ditinjau dari segi produksi dan produktivitas komoditas pertanian. Dikemukakan pula faktor penentu produksi pertanian yang secara langsung akan berpengaruh terhadap ketersediaan pangan. Contoh kajian diuraikan secara deskriptif melalui tabel, grafik, diagram, dan peta. Melalui peta diharapkan kajian optimasi produksi pertanian untuk mencapai ketahanan menjadikan tampilan dan hasil kajian lebih jelas dan informatif.

Ulasan

Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas