Menu
Your Cart

Gizi Pada Penyakit Ginjal Kronis

Gizi Pada Penyakit Ginjal Kronis
Gizi Pada Penyakit Ginjal Kronis
100% ORIGINAL
Gizi Pada Penyakit Ginjal Kronis
Gizi Pada Penyakit Ginjal Kronis
Gizi Pada Penyakit Ginjal Kronis
Rp59,000
Rp40,710
Hemat Rp18,290 (31%)
Pengiriman Ke DKI JAKARTA
Ongkos Kirim Rp 0
Khusus member Grobprime (GRATIS TRIAL)
JOIN

Deskripsi

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan diagnosis penyakit utama pasien hemodialisis baru di Indonesia dengan persentase terbesar, yaitu 83% dengan jumlah pasien aktif yang menjalani terapi hemodialisis terus meningkat dari tahun 2007 hingga 2012. Penyakit ginjal kronis dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya obesitas, diabetes, hipertensi, usia lanjut, glomerulonefritis, batu ginjal, infeksi saluran kencing, penyakit kardiovaskuler, dan riwayat keluarga.

Masalah yang paling sering dialami oleh pasien PGK dan dapat memperburuk kondisi kesehatannya ialah malnutrisi. Prevalensi malnutrisi dilaporkan lebih tinggi terjadi di negara berkembang dibandingkan negara maju. Prevalensi malnutrisi pada pasien PGK di Indonesia berdasarkan beberapa penelitian dilaporkan mencapai 70%. Upaya penanggulangan malnutrisi pada pasien PGK harus dilakukan, terutama oleh ahli gizi dan tenaga kesehatan terkait untuk mencegah penurunan status gizi lebih lanjut dan kemungkinan morbiditas dan mortalitas.

Proses asuhan gizi terstandar (PAGT) sebagai salah satu tindakan primer harus dilakukan ahli gizi kepada pasien PGK dengan kondisi malnutrisi sehingga penurunan status gizi lebih lanjut dan komplikasi penyakit dapat dicegah atau diminimalkan.

Buku Gizi pada Penyakit Ginjal Kronis menyajikan skrining gizi dan tahapan PAGT pada pasien PGK disertai penelitian-penelitian yang telah dilakukan, dengan data pendukung dari berbagai literatur. Buku ini ditujukan bagi mahasiswa Gizi atau ahli gizi yang bekerja di rumah sakit atau institusi kesehatan lain. Dengan memahami rangkaian proses asuhan gizi pada pasien PGK ini, diharapkan pembaca dapat berperan dalam mengatasi malnutrisi pada pasien PGK sehingga risiko morbiditas dan mortalitas dapat diminimalkan.

Ulasan

Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas