Menu
Your Cart

Wanne Mardiwidyo: Sang Arsitek Jurusan Farmasi

Wanne Mardiwidyo: Sang Arsitek Jurusan Farmasi
Wanne Mardiwidyo: Sang Arsitek Jurusan Farmasi
100% ORIGINAL
Wanne Mardiwidyo: Sang Arsitek Jurusan Farmasi
Wanne Mardiwidyo: Sang Arsitek Jurusan Farmasi
Wanne Mardiwidyo: Sang Arsitek Jurusan Farmasi
Rp110,000
Rp77,000
Hemat Rp33,000 (30%)
Pengiriman Ke DKI JAKARTA
Ongkos Kirim Rp 0
Khusus member Grobprime (GRATIS TRIAL)
JOIN

Deskripsi

Tidak banyak orang yang mampu menekuni dua bidang berbeda secara sekaligus. Wanne Mardiwidyo (1940-2003) adalah satu dari sedikit pengecualian. Meskipun mengenyam pendidikan arsitektur di Institut Teknologi Bandung, Wanne memiliki minat yang besar pada dunia farmasi, terlebih setelah bertemu dengan pasangan hidupnya, Magdalena Zakaria. Mereka bersama-sama membangun perusahaan farmasi bernama Mepro, yang berhasil berkembang hingga mampu mempekerjakan 1.400 karyawan dari beragam profesi dan disiplin ilmu. Wanne bukanlah tipe orang yang cepat berpuas diri atas pencapaiannya. Lebih dari separuh usianya bahkan dihabiskan di dunia farmasi. Dia “mengorkestrasi” lebih banyak jenis profesi dan keahlian dalam mata rantai industri yang kolektif. Selain piawai mendesain bangunan, Wanne memiliki naluri bisnis dan nilai-nilai humanis yang tinggi. Usaha keluarganya tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi, tetapi juga menebalkan sumbangsihnya di bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial. Kini, nilai-nilai baik yang ditanamkan Wanne diteruskan oleh putra-putrinya. Momentum “usia emas” menjadi tonggak semangat bagi Mepro untuk terus eksis dan berkembang menghadapi tantangan zaman. Perjalanan hidup Wanne Mardiwidyo menunjukkan bahwa seseorang dapat menghasilkan dampak positif bagi masyarakat luas dengan tekad, visi besar, dan nilai-nilai humanis yang kuat.

Profil Penulis:
NASRULLAH NARA lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 27 Juli 1970. Menekuni tulis-menulis sejak mengelola media kampus Identitas, Universitas Hasanuddin, almamater tempat dia meraih sarjana ilmu komunikasi (1994). Setahun kemudian dia bergabung di harian Kompas. Setelah melewati jenjang reporter dan editor di desk Nusantara, desk Metropolitan, dan desk Humaniora, dia lantas mengurusi bagian produksi (2019-sekarang). Penyandang magister ilmu komunikasi ini juga mengajar di Universitas Multimedia Nusantara (2015-sekarang). Penulis dan editor beberapa buku tentang pendidikan, seperti Jejak Langkah Menggapai Prestasi (2005), Medali untuk Bangsa (2014), dan Keterbatasan Tak Halangi Menginspirasi (2020).
Jumlah Halaman : 212
Tanggal Terbit : 29 Mar 2023
ISBN : 9786231340047
Penerbit : KPG
Berat : 232 gr
Lebar : 15 cm
Panjang : 23 cm

Ulasan

Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas