Menu
Your Cart

Yang Sering Bilang Gapapa, Padahal Berantakannya Luar Biasa

Yang Sering Bilang Gapapa, Padahal Berantakannya Luar Biasa
100% ORIGINAL
Yang Sering Bilang Gapapa, Padahal Berantakannya Luar Biasa
Rp72,000
Rp51,840
Hemat Rp20,160 (28%)
Pengiriman Ke DKI JAKARTA
Ongkos Kirim Rp 0
Khusus member Grobprime (GRATIS)
JOIN

Deskripsi

Ada yang sedang berantakan, tapi tetap berusaha terlihat waras dan tenang. Ada yang sedang menopang beban, tapi tetap berusaha tegak dan seimbang. Ada yang menangis diam-diam, tapi mencoba tegar dan bertahan. Dunia memang terdiri dari banyak kepura-puraan. “Gapapa” menjelma jadi tempat sembunyi paling nyaman. Kita bukannya tidak percaya siapa-siapa. Hanya saja, tidak semua pendengar akan mengerti, atau setidaknya mencoba memahami. Akhirnya, yang bisa kita lakukan adalah pulang, pada diri sendiri.Sinopsis Ada banyak hal rumit dan kecewa yang melelahkan. Sepertinya, perjalanan untuk sampai tujuan adalah sekumpulan kecewa yang harus ditaklukkan, Miliaran doa dan harapan yang melangit, tidak semua berjalan sesuai dengan yang kita mau. Sampai kapan pun, jika memang bukan jalannya, tetap akan berakhir pada waktunya, kan? Dan, kita kecewa lagi. Memaksakan juga percuma. Arahnya sudah beda.Makin dewasa, kita jadi terbiasa menghadapi hal-hal rumit sendirian. Terlalu sibuk menguatkan díri dengan kata-kata "gapapa”, sampai lupa kalau sebenarnya diri sedang butuh bantuan. Butuh untuk díkuatkan, butuh telinga untuk didengarkan. Karena terlalu banyak yang di-gapapa-in dan di-yaudah-in, keika ada kesempatan untuk nangis, jadinya tumpah semua.Ada banyak kecewa yang harus díhadapi agar menjadi lebih kuat ketika menghadapi perjalanan panjang dalam hidup. Tak apa, hidup memang tentang rangkaian kecewa dan terluka. Tetap dijalani, tidak mungkin terus-menerus kecewa, kan? Tidak mungkin terus menerus terluka. Pastí nantí kíta bertemu yang buat bahagia.Tahun Terbit : Cetakan Pertama, 2023

Ulasan

Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas