
100% ORIGINAL
Tafsir Al-Quran di Medsos
- Ketersediaan:
- Penulis: PROF. H. NADIRSYAH HOSEN, PH. D. (Author)
- Penerbit: Bentang Pustaka
- Model: 9786022914228
- MPN: BA-050
Rp30,000
Rp21,600
| Pengiriman Ke DKI JAKARTA Ongkos Kirim Rp 0 Khusus member Grobprime (GRATIS) | JOIN |
Deskripsi
Dunia berubah dengan sangat cepat. Dulu, kita harus berangkat ke majelis taklim untuk menyimak para ustaz atau kiai mengajar tafsir Al-Quran. Tetapi, kini para ulama yang mendatangi kita lewat gagdet. Kita bisa mengaji di mana saja, saat tengah terjebak macet, menunggu antrean panjang di bank, kafe, bahkan tempat tidur sesaat sebelum terlelap.
Cara baru dalam berdakwah ini tentunya memudahkan bagi kita. Ada banyak sekali kajian-kajian Islam yang dengan gampang disebarluaskan lewat sekali klik. Tetapi, apakah semua yang kita baca lewat medos itu benar? Apakah kita bisa memilah mana kajian yang benar atau sekadar hoax?
Prof. H. Nadirsyah Hosen, Ph.D. atau yang akrab dipanggil Gus Nadir, secara aktif mengamati fenomena para penafsir ayat Al-Quran yang semata mengandalkan terjemahan dan mengambil rujukan melalui medsos daripada kitab tafsir klasik dan modern. Beberapa di antaranya bahkan salah kaprah karena tidak memahami sejarah di balik turunnya ayat-ayat tersebut. Maka, melalui buku ini, Gus Nadir akan mengajak kita untuk betul-betul memahami konteks agar semakin menghayati dan memahami kitab suci. Tak hanya itu, kita akan dipandu untuk memahami metode-metode tafsir dan mengenal para penafsir Al-Quran di sepanjang peradaban Islam.
---
Endorsement
“Bukan saja ayat Al-Qur'an memiliki konteks turunnya ayat, tetapi juga para ulama yang menafsirkan ayat al-Qur'an dipengaruhi konteks dimana mereka berada dan berkiprah. Buku yang ditulis Nadirsyah Hosen ini juga memiliki konteksnya sendiri, yaitu ditulis di era medsos. Saya mengapresiasi upayanya membahas al-Qur'an lewat medsos. Apapun konteks pembahasannya, dipandang dari sisi manapun, ayat al-Qur'an akan tetap memancarkan cahaya al-Rahman dan al-Rahim. Selamat menelaah buku ini.”
—Prof. Dr. H. Muhammad Quraish Shihab, MA, pengarang Tafsir al-Misbah.
“Banyak yang mencari materi keagamaan lewat internet. Yang dicari adalah konten yang singkat, padat, aktual, tapi juga otoritatif. Keaktifan Prof. Nadirsyah Hosen di Twitter, Facebook, Telegram, bahkan menulis blog yang menyajikan tafsir Al-Qur’an telah menjadi sumber referensi di media sosial.”
—Nukman Luthfie, pakar media sosial, @nukman
---
Tentang Penulis
NADIRSYAH HOSEn, yang lahir pada 8 Desember 1973, adalah Rais Syuriah PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan New Zealand. Menempuh pendidikan formal dalam dua bidang yang berbeda, Ilmu Syari’ah dan Ilmu Hukum, sejak
S-1, S-2, dan S-3. Pemegang dua gelar Ph.D. ini memilih berkiprah di Australia, hingga meraih posisi Associate Professor di Fakultas Hukum, University of Wollongong. Namun kemudian, dia “dibajak untuk pindah ke Monash University pada 2015, Monash Law School
adalah salah satu Fakultas Hukum terbaik di dunia. Baru setahun pindah ke Monash, beliau sudah diminta mengurusi Monash Malaysia Law Program—sebuah program unggulan melibatkan mahasiswa dari Australia, Kanada, Belanda, Jerman, dan Prancis. Di Kampus Monash, beliau mengajar Hukum Tata Negara Australia, Pengantar Hukum Islam, dan Hukum Asia Tenggara.
Gus Nadir, begitu warga NU biasa menyapanya, adalah putra bungsu dari almarhum Prof. K.H. Ibrahim Hosen, seorang ulama besar ahli fikih dan fatwa yang juga pendiri dan rektor pertama Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) dan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ), dan 20 tahun menjadi ketua MUI/Ketua Komisi Fatwa (1980—2000). Dari abahnya inilah Gus Nadir belajar mengenai ilmu tafsir, fikih, dan ushul al-fiqh. Dari jalur abahnya pula dia memiliki sanad keilmuan melalui Buntet Pesantren. Gus Nadir juga belajar Ushul al-fiqh kepada almarhum K.H. Makki Rafi’i yang pada masa pensiunnya menetap kembali di Cirebon. Gus Nadir juga belajar bahasa Arab dan ilmu hadis kepada almarhum Prof. Dr. K.H. Ali Musthafa Ya’qub. Kiai Makki dan Kiai Ali Musthafa alumni dari Pesantren Tebuireng maka sanad Gus Nadir baik dari jalur Buntet maupun Tebuireng menyambung sampai ke Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari (Allahyarham).
Pada 2012, saat sabbatical leave dari kampus tempat dia bekerja, Gus Nadir memilih
meneruskan studinya di Mesir, sambil berziarah ke makam para awliya. Walhasil, latar belakang pendidikan formal dan nonformal Gus Nadir membawanya ke dalam posisi yang unik. Kajian klasik-modern, timur-barat, hukum Islam-hukum umum dikuasainya. Menjadi dosen di kampus kelas dunia, tetapi juga ikut mengasuh Ma’had Aly Pesantren Raudhatul Muhibbin di Caringin, Bogor pimpinan Dr. K.H. Luqman Hakim, diundang sebagai pembicara di berbagai seminar internasional juga rutin setiap bulan mengurusi majelis khataman Al-Quran. Tak heran dia menjadi orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang diangkat sebagai dosen tetap di Fakultas Hukum, Australia.
Ulasan
Rekomendasi Produk Lainnya
Dalam kumpulan cerita ini, kita bertemu beragam perempuan: pekerja toserba, karyawan, seniman paruh baya, instruktur yoga, hingga ibu-ibu borju. Berag..
Rp64,080 Rp89,000
99% Sukses Menghadapi Ulangan Harian SD/MI Kelas 2..
Rp79,200 Rp110,000
AC LG DualCool adalah AC yang hemat energi dan cepat dingin. AC ingin menggunakan Dual Inverter Compressor sehingga bisa menghasilkan dingin lebih cep..
Rp6,779,000
Buku “Hafalan Materi Praktis IPA Soal Hots SD/MI Kelas 4 5 6” dapat digunakan sebagai penunjang belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk siswa SD kel..
Rp42,480 Rp59,000
Nirmala suka banget bikin sumpah-sumpah konyol, hingga dianggap aneh oleh teman-teman. Dia baru kena batunya saat melihat Rajendra, atlet taekwondo id..
Rp49,680 Rp69,000
Dalam sebuah hadis disebutkan ada sosok Malaikat yang bertanya kepada Nabi saw., tentang “tiga pondasi hidup†yang berkaitan dengan keberagamaan, ..
Rp43,200 Rp60,000
Ikuti perjalanan seru Yusuf dan keluarganya ke dua masjid suci umat Islam: Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Dari melihat Ka’bah ..
Rp56,880 Rp79,000
Hari ini panas sekali. Sali ingin es buah, tapi ... di kulkas tidak ada buah-buahan. AHA! Saliha punya akal. Petik saja buah-buahan di kebun..
Rp56,880 Rp79,000
Mountain air, karya terakhir dari empat lukisan karya pelukis terkenal takeyori oikawa menghilang. dan mayat pelukis besar pemandangan, haruhito kanba..
Rp46,800 Rp65,000
Adik-adik pasti sudah pernah datang ke pelabuhan. Apa saja yang ada di pelabuhan? Buku aktivitas ini berisi aktivitas seru untuk mengasah logika dan k..
Rp54,000 Rp75,000
Belajar Matematika nggak akan seru tanpa menghafal, dan menghafal tidak akan lengkap tanpa sebuah buku yang isinya merangkum semua hal. Sebagian orang..
Rp35,640 Rp49,500
Conan, Ran, dan Kogoro menonton pementasan teater dengan tokoh dan skenario yang terinspirasi dari Heiji dan teman-teman mereka yang lain. Di sana, He..
Rp36,000 Rp50,000
Asahi menyamar jadi cowok dan menjadi anggota grup idol cowok, TRAP. Asahi akan pindah dan menjalani kehidupan barunya sebagai murid sekolah seni yang..
Rp18,000 Rp25,000
No. ISBN : 9789796107834
Penulis : Eka Hardiananingsih & Daru Purboning Astuti
Penerbit : Pustaka Widyatama
Tanggal terbit : Juli - 2013
..
Rp90,000 Rp125,000
4 review(s)
Buku yang mengupas mengenai tata bahasa Arab telah banyak beredar di masyarakat.Akan tetapi,biasanya buku tersebut hanya terdiri dari satu bagian,yait..
Rp28,440 Rp39,500
Finn adalah seekor lalat yang penuh rasa ingin tahu. Saudara-saudaranya selalu menyuruh Finn untuk menikmati hidup dengan berkeliling dunia dan menyan..
Rp41,760 Rp58,000
Kisah Khadijah, Ummul-Mu`minîn, meninggalkan kesan yang mendalam. Seluruh umat Islam, tak peduli sebesar apa pun perbedaan paham di antara mereka, mer..
Rp57,600 Rp80,000
12 review(s)
3 Hal Dasar Yang Menyelamatkan anda dari kesalahan finansial..
Rp46,080 Rp64,000
16 review(s)
Yuru yang bertemu dengan Jin ketika sedang mencari Asa, akhirnya bertemu lagi dengan Asa di rumah keluarga Kagemori setelah diajak oleh Jin. Setelah m..
Rp32,400 Rp45,000
Gemetar, cemas, dan ketakutan adalah makanan sehari-hariku sejak peristiwa itu. Sebuah tragedi yang janggal merenggut nyawa Ibu di depan mataku. Andai..
Rp64,080 Rp89,000





