Deskripsi:“Dalam sejarah tasawuf, pembaruan terjadi bukan sejak abad ke-19 yang oleh beberapa sarjana disebut sebagai ‘neo-Sufisme’. Syekh Zarruq telah mewujudkannya pada abad ke-15 melalui buku ini.”—Zacky Khairul Umam, Ph.D, Pengajar Sejarah Islam di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII..