Bagi sang Wali Kota, kekuasaan adalah segalanya. Selama menjabat, ia merasa bisa mengatur hukum, menggusur rakyat kecil, dan menimbun pundi-pundi kekayaan dengan satu goresan pena. Namun, maut tidak mengenal suap. Kini, ia terbangun bukan di kursi empuk kantornya, melainkan terbungkus kain kafan yan..