Dunia menelanku bulat-bulat. Aku tetap hidup, tetapi rasanya sudah mati berkali-kali. Di tengah sekarat yang tak berdarah ini, hanya satu yangmembuatku tetap bertahan, yaitu keyakinan bahwa ibu tak pernah berhenti menungguku pulang. Ibu yang tetap memanggil ‘anakku’ saat orang lain menyebutku ‘pecun..