Elizabeth Zott terbiasa terluka sejak muda. Meskipun diremehkan, difitnah, dilecehkan, dan dijegal langkahnya oleh para lelaki di laboratoriumnya, Elizabeth Zott terus bertekad membuktikan bahwa dia kimiawan berbakat. Tak ada yang mendukungnya, kecuali Calvin Evans, si genius pendendam yang disegani..