Menu
Your Cart

Move On Itu Menyengsarakan

Move On Itu Menyengsarakan
Move On Itu Menyengsarakan
Rp49,800
Rp39,840
Hemat Rp9,960 (20%)

“Saat kebiasaan buruk terus kita lakukan, mungkinkah sebuah ketenangan dan kebahagiaan akan
berani mendekati kita? Padahal, sebuah ketenangan dan kebahagiaan akan selalu otomatis menempel
pada seseorang yang berbudi pekerti luhur baik dari segi ucapan maupun tingkah lakunya. Menjaga
diri dari hal negatif dan selalu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Pertanyaannya,
pernahkah sedetik saja kita berpikir dan introspeksi diri dengan kelakuan kita selama ini? Sudah
baikkah kita? Sudah bermanfaatkah kita terhadap sesama? Jika belum, mau sampai kapan kita
hidup dalam belenggu hitam penuh kesengsaraan? Setiap hari selalu mengeluh, sering membandingbandingkan
diri sendiri dengan orang lain, zalim terhadap diri sendiri dan juga orang lain, dan hidup
dalam belenggu kegelapan.”

Petikan paragraf di atas merupakan pelecut munculnya buku “Move On Itu Menyengsarakan”.
Dalam buku ini, penulis berusaha menceritakan catatan perjalanan hidup, baik yang ia alami sendiri
maupun hasil perenungannya. Dalam perjalanan hidup yang penulis alami, ia mengalami banyak
kegagalan dalam hidupnya. Ternyata, di balik kegagalan yang penulis alami dan dalam keberhasilan
usahanya untuk move on, ada banyak hal yang ia dapatkan dan membuat hidupnya lebih tenang
dan bahagia setelahnya.
Untuk mewadahi berbagai catatan perubahan hidup menuju kehidupan tenang dan bahagia
inilah penulis memberikan tema Move On. Move on di sini penulis bagi menjadi 2, yaitu move
on positif (perpindahan yang baik dan bermanfaat) dan move on negatif (perpindahan buruk
dan menyengsarakan di akhir kelak). Tentu yang dibahas dalam buku ini adalah move on positif.
Meninggalkan hal-hal negatif atau keburukan yang selama ini kita lakukan dan mungkin sudah
terbiasa yang berakibat seolah ‘wajar’.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa yang namanya move on apalagi move on positif itu
sungguh menyengsarakan. Bagaimana tidak? Kebiasaan yang sebenarnya merupakan penghalang
untuk bahagia sudah terbiasa kita lakukan selama ini. Untuk mengubahnya memang sungguh
menyengsarakan jiwa dan raga. Oleh karena itu, sebelum berbagai catatan move on diutarakan
lebih detail, dalam buku ini dibahas bagaimana untuk melakukan perubahan hidup tersebut.
Dengan metode practice and repetition, insya Allah perubahan akan dapat kita lakukan. Selalu ingat
bahwa move on positif itu hanya ‘sengsara’ di awal, tapi indah di akhir. Sebaliknya, move on negatif
itu merasakan keindahan dan kesenangan semu di awal, tapi sengsara di akhir.
Dalam buku ini dituliskan 20 catatan move on. Semuanya adalah catatan yang bersifat positif.
Diharapkan dengan membaca, memaknai, dan mengamalkan move on point (catatan di setiap
akhir bab) dari 20 catatan move on tersebut, kita semua dapat meraih ketenangan dan kebahagiaan
hidup, menjadi manusia lebih dekat dengan Ilahi dan bermanfaat bagi lingkungan kita.

Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas