Menu
Your Cart

Coronavirus, Sars - Mers - Covid-19

Coronavirus, Sars - Mers - Covid-19
Coronavirus, Sars - Mers - Covid-19
100% ORIGINAL
Coronavirus, Sars - Mers - Covid-19
Coronavirus, Sars - Mers - Covid-19
Coronavirus, Sars - Mers - Covid-19
Rp104,000
Rp78,000
Hemat Rp26,000 (25%)
Pengiriman Ke DKI JAKARTA
Ongkos Kirim Rp 0
Khusus member Grobprime (GRATIS TRIAL)
JOIN

Deskripsi

Coronavirus merupakan virus RNA yang mempunyai kemampuan reaksi silang hospes via genetic shift atau genetic reassortment. Artinya, coronavirus dapat cepat mengalami mutasi dan rekombinasi menjadi bentuk coronavirus baru yang sangat patogenik yang memungkinkan terjadinya penularan pada manusia. Sebagai contoh, misalnya wabah SARS-related coronavirus pada 2002 di Cina dan MERS pada 2012 di Arab Saudi dianggap berasal dari hewan kelelawar.
Munculnya wabah novel coronavirus dan ganas yang dikenal dengan nama SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19, yaitu penyakit pneumonia berat yang terjadi pada awal Desember 2019 di Provinsi Wuhan, Cina dan saat ini telah mewabah di hampir seluruh penjuru dunia, makin menyadarkan kita bahaya coronavirusterhadap kesehatan masyarakat global.
Pada hewan, umumnya coronavirus akan menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan dan pencernaan yang berat dan bersifat fatal (mematikan), terutama pada ayam, babi, kucing dan hewan mamalia yang lainnya. Berbagai macam galur coronavirus patogenik pada hewan ternak dan satwa liar akan dibahas dalam rangka mewujudkan kepedulian kesehatan lingkungan atau ekosistem sehingga kemungkinan mewabahnya penyakit zoonotik dapat dihindari secara optimal.
Diagnosis infeksi coronavirus juga perlu dilakukan secara cepat, tepat dan akurat serta aman, mengingat bahwa novel coronavirus yang terbentuk akibat reaksi silang hospes bersifat sangat menular dan ganas. Imunositopatologis sediaan apus dengan spesimen sputum sangat memungkinkan untuk dikembangkan dan diaplikasikan dalam peneguhan diagnosis novel coronavirus.
Coronavirus hidup, tumbuh dan berkembang biak dalam sitoplasma sel (intrasitoplasmik). Sampai saat ini, belum ada obat maupun vaksin untuk pencegahannya. Dengan demikian, untuk menangkal infeksi coronavirus, tampaknya, perlu dipertimbangkan pengembangan dan pengaplikasian novel herbal medicine yang sudah teruji berkhasiat antiviral dan antibakterial yang diolah sedemikian rupa didasarkan pada pendekatan bioteknologi modern.

Ulasan

Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas