Menu
Your Cart
Pakai Aplikasi Grobmart Lebih Nyaman. Coba yuk

1984 - REPUBLISH (COV. HIJAU)

1984 - REPUBLISH (COV. HIJAU)
100% ORIGINAL
1984 - REPUBLISH (COV. HIJAU)
Rp89,000
Rp66,750
Hemat Rp22,250 (25%)
Pengiriman Ke DKI JAKARTA
Ongkos Kirim 0 Khusus member Grobprime
JOIN

Deskripsi

Sepanjang hidupnya, Winston berusaha menjadi warga negara yang baik dengan mematuhi setiap aturan Partai meski jauh di dalam hati dan pikirannya bersemayam antipati terhadap kediktatoran yang ada di negaranya. Walaupun begitu, Winston tidak berani melakukan perlawanan secara terbuka. Tidak mengherankan, karena Polisi Pikiran, teleskrin, dan mikrofon tersembunyi membuat privasi hanya serupa fantasi. Bahkan, sejarah ditulis ulang sesuai kehendak Partai. Negara berkuasa mutlak atas rakyatnya. Yang berbeda atau bertentangan akan segera diuapkan. 1984 merupakan satire tajam, menyajikan gambaran tentang luluhnya kehidupan masyarakat totalitarian masa depan yang di dalamnya setiap gerak warga dipelajari, setiap kata yang terucap disadap, dan setiap pemikiran dikendalikan. Hingga kini, 1984 merupakan karya penting Orwell yang mengantarkannya ke puncak kemasyhuran.


 


KUTIPAN


"Sangat berbahaya membiarkan pikiranmu mengembara ketika sedang berada di tempat umum atau jarak pantau teleskrin. Hal paling remeh sudah bisa jadi bencana. Satu kerut satu wajah, satu sorot mata cemas yang tidak disadari, kebiasaan menggumam sendiri-apa pun yang mengandung abnormalitas, pertanda bahwa kau menyembunyikan sesuatu. Bagaimanapun, ekspresi wajah yang tidak patut sudah merupakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman. malahan sudah ada kata dalam bahasa Newspeak untuk itu; facecrime: kejahatan wajah, itulah namanya"


"Masa depan bisa mirip masa kini, dan kalau begitu maka masa depan juga tidak akan mau mendengarkannya; atau dapat pula masa depan berbeda dengan masa kini, dan kesulitan yang sekarang dialaminya akan tak berarti."


"Bukan dengan menjadikan dirimu terdengar, melainkan dengan menjaga kewarasanmu sendirilah engkau mengemban pusaka warisan kemanusiaan."


"Dia yang menguasai masa silam menguasai hari depan: dia yang menguasai hari ini menguasai masa silam."


"Justru terhadap dorongan bunuh diri seperti inilah dia berharap bisa menjaga diri dengan cara memulai buku harian itu."


""Dia berpikir dengan semacam perasaan heran tentang ketanpagunaan biolagis rasa sakit dan takut, pengkhianatan badan manusia yang selalu membeku menjadi kelungkrahan tepat ketika tenaga dan kerja-ekstra dibutuhkan."


"Terpikir olehnya bahwa pada saat-saat krisis seseorang bukanlah melawan musuh dari luar, melainkan selalu melawan tubuhnya sendiri."


"Ia tidak tahu bahwa tidak ada yang disebut kebahagiaan, bahwa satu-satunya kemenangan berada pada masa depan yang jauh, lama setelah kau mati, ..."


 "Buku-buku terbaik, pikirnya, adalah yang mengatakan kepadamu hal-hal yang sudah kamu ketahui."


"kebodohan sama pentingnya dengan kecerdasan, dan sama sulitnya dicapai."

Ulasan

Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas